Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Istithaah Kesehatan Calon Jamaah Haji 2024 Akan Gunakan Skema Baru

Hantoro , Jurnalis-Kamis, 26 Oktober 2023 |09:01 WIB
Istithaah Kesehatan Calon Jamaah Haji 2024 Akan Gunakan Skema Baru
Ilustrasi pemerintah menyiapkan skema baru istithaah kesehatan calon jamaah haji 2024. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

DIREKTUR Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama Arsad Hidayat mengatakan dalam rangka mendukung kebijakan pemenuhan istithaah kesehatan sebelum calon jamaah haji 2024 melakukan pelunasan, Kemenag bersama Kementerian Kesehatan sedang menyusun skema baru terkait syarat istithaah kesehatan.

Ia menerangkan, calon jamaah haji 2024 akan menjalani dua kali pemeriksaan dengan tujuan dapat mengetahui kondisi dini kesehatannya dan memiliki waktu cukup untuk melakukan pemulihan. Jika pada pemeriksaan kedua kondisinya sudah baik, maka mereka berhak melunasi.

Jamaah haji Indonesia. (Foto: Dani Jumadil Akhir/Okezone)

"Rencananya awal November pelaksanaan screening kesehatan sudah dapat dilakukan sehingga jamaah memiliki waktu yang lebih panjang. Terlebih jika pada screening pertama didapati adanya permasalahan kesehatan, maka jamaah memiliki waktu untuk melakukan pemulihan," katanya dalam Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023 di Yogyakarta, Selasa 24 Oktober 2023, dikutip dari Kemenag.go.id.

Ia melanjutkan, guna menyosialisasikan hal tersebut, Kemenag berencana memasukkan materi istithaah kesehatan ke dalam Buku Manasik Haji dan Umrah terbitan Kemenag.

Pihaknya juga akan membuat surat edaran terkait istithaah kesehatan haji ke seluruh Kanwil Kemenag dan pemangku kepentingan haji, misalnya Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah yang selanjutnya (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), dan lainnya.

"Saya juga mengimbau Humas Ditjen PHU (Penyelenggara Haji dan Umrah) untuk membuat konten sosialisasi baik melalui flyer, video, TikTok, rilis, atau yang lainnya," imbuhnya. 

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo menyampaikan pengalaman penyelenggaraan haji 2023 perlu menjadi pelajaran berharga bagi penataan haji pada tahun-tahun mendatang.

Menurut dia, ada lima penyakit terbanyak yang diderita jamaah saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, antara lain pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), infark miokard akut (IMA), dan penyakit jantung koroner (PJK), gagal jantung, stroke, dan dispnea. 

Angka kematian jamaah haji pada 2023 mencapai 774, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kesehatan calon jamaah haji mesti dilakukan dengan konsep baru. Tahun-tahun sebelumnya, pemeriksaan hanya dilakukan melalui medical check-up (MCU).

Kini pemeriksaan juga meliputi pemeriksaan kognitif, pemeriksaan kesehatan mental, dan pemeriksaan activity of daily living (ADL) atau uji kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. 

(Hantoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement