Menurut dia, ketua kloter dan pembimbing kloter harus tahu apa yang mesti dilakukan sejak dari berangkat ke Tanah Suci sampai kembali lagi ke Tanah Air.
"Ketua kloter itu nantinya adalah orang-orang yang betul-betul punya leadership yang bagus, menguasai permasalahan dan keadaan di kloternya. Jangan sampai ketua kloter tidak mengetahui keadaan kloternya," jelasnya.
Ia mengimbuhkan, untuk pembimbing ibadah kloter, nantinya ada syarat tambahan, yakni memiliki mindset pemahaman manasik yang moderat.
"Jangan nanti dipilih pembimbing ibadah kloter yang punya pemahaman yang tidak moderat, apalagi sampai berlebih-lebihan. Jangan sampai ditanya ini tidak tahu, ditanya itu tidak tahu, yang akhirnya kembali lagi kepada konsultan ibadah," pungkasnya.
(Hantoro)