Sebelumnya Delegasi Haji Iran menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan halal jamaah Iran selama musim perhajian, mereka telah memiliki dapur sendiri di Madinah dan Makkah.
"Kami juga memiliki tenaga jagal yang direkrut dari jamaah haji Iran. Begitu juga juru masaknya. Mereka adalah jamaah haji yang menyedekahkan tenaganya untuk membantu pelayanan haji," beber Navab.
"Jadi yang kami lakukan, dari jamaah untuk jamaah," jelasnya.
Dia mengungkapkan, selama ini Iran menyediakan 3 kali makan setiap hari bagi semua jamaah haji. "Besaran harganya sekira 50 SAR per hari. Ini mencakup 3 kali makan," paparnya.
Menanggapi skema pemberian konsumsi jamaah haji tersebut, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Subhan Cholid juga serupa dengan yang dilakukan Indonesia pada pelayanan haji mendatang.
"Untuk layanan katering, tahun 2024, jamaah haji akan mendapat 126 kali makan, terdiri atas 27 kali makan di Madinah, 84 kali makan di Makkah, dan 15 kali makan selama di Arafah dan Mina (Armuzna). Selain itu, jamaah juga mendapat 1 kali snack berat di Muzdalifah," pungkasnya.
(Hantoro)