Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Suhu di Saudi Tembus 50 Derajat saat Musim Haji, 5 Tips Ini Ampuh Hadapi Cuaca Ekstrem

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2024 |18:44 WIB
Suhu di Saudi Tembus 50 Derajat saat Musim Haji, 5 Tips Ini Ampuh Hadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem di Arab Saudi/Foto: EPA
A
A
A

JAKARTA - Cuaca di Arab Saudi akan menjadi tantangan tersendiri untuk seluruh jamaah haji asal Indonesia. Pasalnya, saat musim haji 2024, suhu di Arab Saudi diperkirakan mencapai 50 derajat celcius.

Oleh karena itu, kesiapan dan persiapan fisik jamaah menjadi penting sebelum dan saat berada di Tanah Suci.

“Saat musim haji nanti, terutama saat jamaah menjalani ibadah di puncak haji Armuzna suhu di Arab Saudi bisa sampai 50 derajat,” ujar Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Arsad Hidayat, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (21/3/2024).

Arsad mengingatkan agar jamaah bisa mengatur cara ibadah mereka dengan efektif. Karena mereka yang mengetahui kondisi fisik masing-masing.

Jamaah haji juga disarankan tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunah saat panas terik di Arab Saudi.

Jamaah haji diminta tidak melakukan aktivitas yang berat saat kedatangannya ke tanah suci, baik di Madinah atau di Makkah. Hal ini dikarenakan untuk menyiapkan diri di puncak ibadah haji yakni dimulai dari wukuf di Arafah. Seperti tidak memaksakan diri ibadah Arbain 40 waktu di Masjid Nabawi saat cuaca terik.

"Penting jamaah perhatikan, saat penyelengaraan ibadah sepanjang musim haji untuk mempertimbangkan afdhal dengan mengabaikan kemaslahatan jiwa," tutupnya.

Berikut ini lima tips ampuh untuk mengatasi cuaca ekstrem saat melaksanakan ibadah haji 2024:

1. Menjaga asupan makanan dan minuman yang cukup

Jamaah terkadang terlalu fokus beribadah sehingga melupakan asupan makan dan minum. Padahal, tubuh memerlukan energi dari makanan dan cairan yang cukup. Minumlah minimal dua liter perhari untuk menghindari dehidrasi sebab suhu wilayah Arab pada siang hari bisa mencapai 49 derajat Celcius.

2. Pilihlah waktu beribadah di mana suhu yang dirasakan tidak terlalu panas

Misalnya lakukanlah Tawaf dan melempar Jumrah pada waktu pagi atau sore hari, di saat suhu udara yang dirasakan lebih dingin daripada siang hari.

3. Menghindari paparan sinar matahari ke tubuh secara langsung

Jika dirasa cuaca terlalu panas maka gunakan payung atau penutup kepala, serta berusaha untuk Tawaf di area dalam Masjidil Haram yang terlindung dari sinar matahari langsung, begitupun pada saat perjalanan untuk melempar Jumrah.

4. Sediakan sprayer atau botol penyemprot air

jika suhu yang dirasakan sudah sedemikian menyengat, maka jemaah haji dapat menyemprotkan air ke bagian kepala, leher, dan bahu untuk menurunkan suhu tubuh.

Penyemprotan dapat dilakukan sesering mungkin terutama saat bagian tubuh yang basah sudah mengering kembali.

5. Memakai krim yang mengandung perlindungan sinar UV

Memberikan perlindungan kulit dari kekeringan dan iritasi yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari dengan krim pelembab dan perlindungan dari sinar UV.

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement