Namun, tragedi besar yang melibatkan pesawat ulang alik Challenger milik AS meledak di udara 73 detik setelah diluncurkan dan menewaskan seluruh kru. Peristiwa tersebut menyebabkan NASA memutuskan membatalkan beberapa penerbangan ke luar angkasa, termasuk penerbangan Pratiwi Sudarmono.
Usai peristiwa tersebut, keberangkatan Pratiwi Sudarmono ke luar angkasa tidak kunjung terlaksana. Kendati begitu, namanya tetap dikenal publik dunia dan telah mengukir prestasi yang ciptaannya masih digunakan hingga saat ini.
Pratiwi juga tetap melanjurkan perannya di bidang sains dan pendidikan dengan menjabat sebagai Ketika Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1994–2000.
Pada tahun 2002, Pratiwi Sudarmono mengukuti program Sarjana Fulbright New Century di AS. Lalu pada tahun 2008, dia diangkat sebagai Profesor Kehormatan dalam bidang Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran UI.
Hingga saat ini Pratiwi Sudarmono terus mengabadikan dirinya untuk dunia pendidikan, kesehatan, dan keilmuan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)