Sebagian permukaan bumi itu adalah daerah yang sudah dihuni umat manusia, yaitu di daerah Timur Tengah. Meskipun hanya sebagian permukaan bumi yang tergenang banjir ketika itu; luas, kedalaman, dan lamanya banjir melukiskan air yang sangat besar yang sulit diterangkan dari mana datangnya air.
"Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera," isi Alquran Surat Al Haqqah Ayat 11.
Allah memerintahkan kepada Nabi Nuh Alaihissallam untuk menaikkan ke atas perahu pasangan-pasangan dari setiap spesies, jantan dan betina, serta keluarganya. Seluruh umat manusia di daratan tersebut ditenggelamkan ke dalam air, termasuk anak laki-laki Nabi Nuh yang semula berpikir bahwa dia bisa selamat dengan mengungsi ke sebuah gunung yang dekat.
Semuanya tenggelam, kecuali yang dimuat di dalam perahu bersama Nabi Nuh Alaihissallam. Ketika air surut di akhir banjir tersebut, dan kejadian telah berakhir, perahu terdampar di Judi, yaitu sebuah tempat yang tinggi, sebagaimana yang diinformasikan dalam Alquran.
"Dan difirmankan: 'Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: 'Binasalah orang-orang yang zalim'," demikian isi Alquran Surat Hud Ayat 44.