Studi arkeologis, geologis, dan historis menunjukkan bahwa banjir tersebut terjadi dengan cara yang sangat mirip dan berkaitan dengan informasi ayat suci Alquran.
Banjir itu juga digambarkan secara hampir mirip di dalam beberapa rekaman atas peradaban-peradaban masa lalu di dalam banyak dokumen sejarah, meski ciri-ciri dan nama-nama tempat bervariasi.
Daratan Mesopotamia diduga kuat sebagai lokasi banjir pada masa Nabi Nuh Alaihissallam terjadi. Wilayah ini diketahui sebagai tempat bagi peradaban tertua dalam sejarah.
Apalagi dengan posisinya yang berada di antara Sungai Tigris dan Eufrat, tempat ini sangat memungkinkan terjadinya banjir yang sangat besar.
Di antara faktor penyebab terjadinya banjir kemungkinan adalah meluapnya aliran kedua sungai itu, sehingga membanjiri wilayah tersebut. Bukit Judi yang disebutkan pada ayat di atas terletak di Armenia.
Tampak bahwa banjir pada zaman Nabi Nuh Alaihissallam tersebut meliputi daerah yang membentang dari Armenia hingga Iran-Irak.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)