Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Lansia dan Risiko Tinggi Ikut Safari Wukuf, Begini Alurnya

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 01 Juni 2024 |21:26 WIB
Jamaah Lansia dan Risiko Tinggi Ikut Safari Wukuf, Begini Alurnya
Jamaah Haji Mendapat Perawatan/ Foto: Fahmi Firdaus/MCH 2024
A
A
A

MAKKAH – Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan melakukan dua jenis safari wukuf saat prosesi ibadah haji 1445 H/2024M

Safari wukuf yang pertama dilakukan untuk jamaah yang sangat sakit, tidak bisa duduk, tidak bisa berdiri serta menggunakan alat bantu pernafasan.

"Kedua yang safari wukuf non-KKHI, ini dikhususkan untuk jamaah haji yang tanpa pendamping dan juga berisiko tinggi dan juga lansia," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Khalilurrahman di Kantor Urusan Haji Indonesia, Makkah, Sabtu (1/6/2024).

Dikatakan Khalil, ada 300 jamaah yang akan diikutkan safari wukuf dari non-KKHI. Sedangkan peserta dari tim KKHI masih dalam pendataan.

Dijelaskannya, data 300 jamaah didapat dari dokter KKHI. Mereka yang akan melakukan pemilihan siapa yang layak dan berhak untuk mengikuti safari wukuf lansia dengan mempertimbangkan usia, kesehatan, penyakit yang mereka alami.

"Kalau seandainya tidak ada pendamping maka kemungkinan besar mereka akan kita safari wukufkan. Apalagi tidak ada pendamping kemudian usianya sangat senja dan risti maka ini seperti tahun yang lalu maka kita safari wukufkan,"ulasnya.

Mereka yang masuk dalam daftar safari wukuf KKHI nantinya akan dibawa menggunakan mobil ambulans ke Padang Arafah dengan dokter pendamping. Sementara untuk jamaah yang dalam kondisi sangat berat dan tidak memungkinkan untuk dipindahkan dari ruang perawatan maka wukufnya akan dibadalkan.

Sementara untuk safari wukuf non-KKHI akan dikumpulkan di hotel transit dekat kantor KKHI untuk nantinya diberangkatkan bersama menggunakan bus ramah lansia. Setelah sampai di Arafah, mereka tetap berada di dalam bus selama 2 hingga 3 jam untuk melaksanakan wukuf, mendengarkan khotbah wukuf, salat dan ibadah lainnya. Setelah selesai mereka akan kembali ke hotel transit untuk beristirahat.

"Jadi ini yang memang rata-rata yang usianya sudah lansia tanpa pendamping tetapi secara fisik mereka kuat. Tapi kalau seandainya mereka dipaksakan untuk mabit di Muzdalifah dan Mina juga berisiko terhadap kesehatan mereka,”ujarnya.

“Jadi baik yang safari wukuf yang lansia di KKHI ataupun yang non KKHI yang lansia ini tetap semuanya mendapatkan rekomendasi dan berdasarkan filterisasi dari kantor kesehatan haji di Indonesia, di Makkah. Kita ingin jamaah haji yang berangkat semuanya dalam keadaan sehat, berangkat dalam keadaan sehat walafiat,"pungkasnya.

(Fahmi Firdaus )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement