Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala,
Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana cara menumbuhkan cinta kepada Allah? Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin jilid 4 halaman 136 menyebutkan dua hal penting. Pertama, seorang hamba harus berusaha memutus ketergantungan hatinya dari dunia. Hati itu bagaikan sebuah wadah, tidak akan bisa dipenuhi kecintaan kepada Allah jika masih penuh dengan cinta kepada dunia.
Kedua, cinta kepada Allah tumbuh jika seorang hamba mengosongkan hatinya dari selain Allah, lalu mengisinya dengan zikir, ibadah, dan amal saleh. Hati yang penuh dengan zikir dan ketaatan akan semakin lembut, semakin dekat, dan semakin rindu kepada Allah.
Cinta ini bisa kita latih dengan berbagai cara. Membaca dan merenungkan Alquran karena Alquran adalah kalam Allah yang akan menuntun hati kita untuk semakin mengenal-Nya. Memperbanyak zikir, karena zikir adalah makanan hati yang menghidupkan rasa cinta.
Melaksanakan sholat dengan khusyuk, karena sholat adalah pertemuan kita dengan Allah lima kali sehari. Menjauhi maksiat, karena dosa akan mengotori hati dan melemahkan cinta. Dan tentu saja, banyak berdoa agar Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dicintai-Nya.
Jamaah sholat Jumat yang dirahmati Allah ta’ala,
Di negeri kita, Kementerian Agama tengah menggagas sebuah visi pendidikan yang disebut Kurikulum Cinta. Kurikulum ini ingin menanamkan cinta sejak dini, bukan hanya cinta dalam pengertian emosional, tetapi cinta yang lahir dari hati yang mengenal Allah. Jika seorang anak dididik untuk mencintai Allah, maka ia akan mudah mencintai Rasulullah, mencintai orang tuanya, mencintai gurunya, mencintai sahabatnya, bahkan mencintai tanah airnya.
Ketika cinta kepada Allah telah memenuhi hati seorang hamba, maka segala sesuatu di dunia ini terasa ringan. Tidak ada lagi musibah yang terlalu berat, tidak ada lagi ujian yang terlalu menyakitkan, karena hatinya sudah penuh dengan rasa rindu kepada Allah. Bahkan kerelaan menerima takdir, baik yang indah maupun pahit, menjadi tanda keikhlasan cinta tersebut. Allah berjanji dalam Alquran:
يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗ
Artinya: “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya,” (QS. Al-Maidah: 54).
Inilah cita-cita tertinggi seorang mukmin, yaitu dicintai oleh Allah. Tidak ada kemuliaan yang lebih tinggi dari itu. Kekayaan, kedudukan, jabatan, dan kemegahan dunia semuanya akan sirna, tetapi cinta Allah kekal abadi, dan itulah yang akan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat.