Ia menambahkan, masjid dan musala tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan pemulihan fasilitas keagamaan ini, Kemenag berharap masyarakat terdampak bencana dapat kembali beribadah dengan nyaman dan aman.
Rangkaian kegiatan pemulihan tersebut melibatkan Kanwil Kemenag provinsi setempat, unit zakat dan wakaf, BAZNAS, berbagai LAZ nasional, penyuluh agama, ormas Islam, tokoh masyarakat, serta dukungan civitas akademika, termasuk kolaborasi dengan UIN Ar-Raniry.
(Rahman Asmardika)