Zakat fitrah harus dikeluarkan paling lambat saat matahari terbenam pada akhir Ramadhan (malam 1 Syawal) hingga tepat sebelum khatib naik mimbar shalat Idul Fitri. Jika terlewat tanpa uzur syar’i, zakat tersebut wajib diqadha sebagai sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah yang bernilai kaffarah puasa.
Menunda hingga batas akhir tetap sah, tetapi kurang utama dibanding membayar di pagi hari Idul Fitri.
Menunda hingga makruh masih sah sebagai sedekah, tetapi kehilangan keutamaan zakat. Ulama menekankan pentingnya segera qadha agar tetap memenuhi kewajiban Islam sebelum hari raya berakhir.
Bayar zakat fitrah senilai Rp50.000 atau setara 2,5 kg beras (staples utama) untuk setiap jiwa keluarga melalui BAZNAS, masjid, atau LAZNAS resmi paling lambat 1-2 hari sebelum Idul Fitri.
Selalu pantau penetapan besaran resmi dari MUI atau BAZNAS daerah sesuai harga pangan setempat. Zakat fitrah yang tepat waktu tidak hanya menyucikan jiwa dari kekurangan puasa, tetapi juga memastikan fakir miskin bisa merayakan kemenangan Ramadhan bersama umat se-Dzikir dengan hati bahagia.
(Rahman Asmardika)