Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 27 Februari 2026 |11:05 WIB
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
A
A
A

Dua kebahagiaan yang disebutkan secara langsung itu, berasal dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Abu Hurairah:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: ... وَلِلصَّائِمِ ‌فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

Artinya: "Dari Nabi saw, ia bersabda: Allah berfirman: 'Dan teruntuk orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan: bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika bertemu dengan tuhannya'.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah

Mazharuddin Az-Zaidani dalam kitab Al-Mafatih fi Syarhil Mashabih, jilid III halaman 9-10, menjelaskan, ada dua hal yang menyebabkan orang yang berpuasa menjadi berbahagia saat berbuka, yaitu: pertama, bahagia sebab sudah diperkenankan makan dan minum. Karena pada dasarnya, manusia akan merasakan kenikmatan makan dan minum setelah ia benar-benar menderita sebab lapar dan haus.

Kedua, bahagia sebab diberikan pertolongan (taufik) untuk menyelesaikan kewajiban puasa di hari tersebut.

Adapun kebahagiaan yang timbul karena pertemuan dengan Allah, Az-Zaidani menyebutkan, hal itu terjadi karena pemberian pahala untuk orang-orang yang berpuasa. Az-Zaidani menegaskan, kebahagiaan yang dirasakan manusia ketika bertemu dengan Tuhan, tidak bisa digambarkan dengan ibarat apapun.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement