Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tata Cara Sholat Itikaf di Masjid Lengkap Dengan Niat dan Amalannya

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2026 |12:32 WIB
Tata Cara Sholat Itikaf di Masjid Lengkap Dengan Niat dan Amalannya
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA – Pada 10 hari terakhir Ramadhan, menjalankan itikaf, ibadah sunnah berupa berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, biasanya makin sering dijalankan umat Islam yang mengharapkan amalan ibadah yang lebih besar dan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Dalil dan Hukum Itikaf

Itikaf disyariatkan dari Alquran dan sunnah Nabi SAW. QS Al-Baqarah ayat 187 secara eksplisit menyebutkan larangan hubungan suami-istri bagi yang beri'tikaf, menegaskan pelaksanaannya di masjid.

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

Wa lâ tubâsyirûhunna wa antum ‘âkifûna fil masâjid.

Arti: “Tetapi janganlah kamu bercampur dengan mereka (istrimu), sedang kamu beri'tikaf di masjid.”

Dalil Sunnah Nabi SAW

Riwayat Aisyah RA menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu beri'tikaf selama 10 hari akhir Ramadhan hingga wafatnya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى قَبْضَهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ نِسَاؤُهُ بَعْدَهُ

‘An ‘Aisyahata zawjinnabiyyish shollallahu ‘alaihi wa sallam, anna nnabiyyash shollallahu ‘alaihi wa sallam kâna ya‘takiful ‘asrôl awâkhira min ramadhâna hatthâ qabdahu, tsumma i‘takafat nisâuuhu ba‘dahu.

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian istri-istrinya (juga) beri'tikaf setelah beliau wafat.”

Hukum i'tikaf adalah sunnah muakkad, dengan waktu paling utama di 10 malam terakhir Ramadhan.

 

Syarat untuk Sah I'tikaf

  • Agar i'tikaf diterima, penuhi syarat berikut:
  • Beragama Islam, baligh, dan berakal sehat.
  • Suci dari hadas besar.
  • Dilakukan di masjid (baik masjid jami' maupun musala yang disepakati).
  • Niat murni karena Allah SWT.

Catatan: Puasa tidak wajib; boleh makan dan minum normal di masjid.

Tata Cara Praktis

Ikuti langkah-langkah ini untuk menjalankan i'tikaf dengan benar:

  1. Bacalah Niat saat memasuki masjid, baik dalam hati maupun lisan untuk penguatan

Niat I’tikaf

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.

Arti: Saya niatkan i'tikaf di masjid ini selama saya di sini.

NIat I’tikaf Alternatif

نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالَى

Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.

Arti: Saya niatkan i'tikaf di masjid ini karena Allah Ta'ala.

 

  1. Masuk dan Berdiam: Segera setelah niat, diamlah sejenak (tuma'ninah). Boleh keluar sementara untuk urusan penting seperti buang air, mandi wajib, atau shalat Jumat.

  2. Amalan Harian yang Dianjurkan:
  • Shalat wajib dan sunnah rawatib tepat waktu.
  • Tadarus Alquran dengan pemahaman mendalam (tadabbur).
  • Perbanyak dzikir: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Astaghfirullah.
  • Baca sholawat atas Nabi SAW.
  • Berdoa, tafakur, dan ikuti kajian ilmu agama.
  • Hindari aktivitas duniawi berlebihan seperti chatting atau tidur panjang.

Rukun Wajib Itikaf

Pastikan tiga rukun ini terpenuhi agar ibadah sah:

  • Niat ikhlas yang jelas.
  • Berdiam di masjid minimal sejenak (tuma'ninah).
  • Tetap suci dari hadas besar maupun kecil.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement