Setelah selesai tahajud, tutup dengan witir (1, 3, atau 5 rakaat—yang paling sering 1 atau 3 rakaat). Contoh pola tiga rakaat:
2 rakaat + salam, lalu 1 rakaat + salam; atau
3 rakaat langsung dengan satu tasyahud di akhir.
Bacaan minimal sama dengan sholat sunnah lain: Al-Fatihah dan surat pendek. Banyak ulama dan guru di Indonesia menganjurkan di rakaat-rakaat witir membaca:
Al-A‘la, Al-Kāfirūn, Al-Ikhlās (contoh pola yang dikenal dari riwayat tentang bacaan Nabi).
Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar
Di sela sholat, terutama setelah selesai witir, sangat dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi kepada Aisyah RA ketika ditanya apa yang dibaca jika bertemu Lailatul Qadar:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuḥibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini bisa dibaca saat sujud, setelah salam witir atau saat berdzikir menjelang subuh.
Sholat malam Lailatul Qadar umumnya dijelaskan bukan sebagai sholat khusus dengan bacaan khusus, tetapi memaksimalkan qiyamullail yang biasa, dengan niat dan isi doa yang difokuskan untuk memohon ampun. Artinya, yang dibenahi bukan kualitas sholat dan ibadahnya.
(Awaludin)