Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hukum Mengedarkan Kotak Amal atau Sedekah QRIS saat Khutbah Jumat

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |11:53 WIB
Hukum Mengedarkan Kotak Amal atau Sedekah QRIS saat Khutbah Jumat
Ilustrasi.
A
A
A

Menurut beliau, orang yang bersedekah dapat tersibukkan saat mengeluarkan uang. Sehingga, pengumpulan infaq dinilai lebih tepat dilakukan sebelum khutbah dimulai atau setelah shalat Jumat selesai.

وَلَمَّا كَانَ حَامِلُ صُنْدُوقِ التَّبَرُّعَاتِ مُنْصَرِفًا عَنِ الِاسْتِمَاعِ، وَمُشَوِّشًا عَلَى غَيْرِهِ بِصَوْتِ النُّقُودِ الْمَعْدِنِيَّةِ الَّتِي تَقْرَعُ قَاعَ الصُّنْدُوقِ، وَبِمَشْيِهِ بَيْنَ الصُّفُوفِ الَّذِي قَدْ يَكُونُ مَعَهُ تَخَطٍّ لِلرِّقَابِ، وَهُوَ مَنْهِيٌّ عَنْهُ نَهْيًا شَدِيدًا وَقَدْ يَشْغَلُ الْمُتَبَرِّعَ بِإِخْرَاجِ النُّقُودِ فَيَنْصَرِفُ عَنْ سَمَاعِ الْخُطْبَةِ، لَمَّا كَانَ ذَلِكَ كَانَ جَمْعُ التَّبَرُّعَاتِ بِهَذِهِ الطَّرِيقَةِ مُنَافِيًا لِوَاجِبِ الِاسْتِمَاعِ إِلَى الْخُطْبَةِ وَلَيْسَتْ هَذِهِ حَالَةَ ضَرُورَةٍ حَتَّى يُبَاحَ لَهَا الْمَحْظُورُ، فَإِنَّ جَمْعَ التَّبَرُّعَاتِ مُمْكِنٌ بَعْدَ الِانْتِهَاءِ مِنَ الصَّلَاةِ. وَاعْتِمَادًا عَلَى هَذِهِ يُمْكِنُ أَنْ يُقَالَ: لَوْ كَانَ جَمْعُ التَّبَرُّعَاتِ قَبْلَ خُرُوجِ الْإِمَامِ لِلْخُطْبَةِ، وَلَيْسَ فِيهِ تَخَطٍّ لِلرِّقَابِ لَمْ يَكُنْ ذَلِكَ مَمْنُوعًا. وَالْأَفْضَلُ كَمَا قُلْنَا أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ بَعْدَ الِانْتِهَاءِ مِنَ الصَّلَاةِ

“Lantaran pembawa kotak sumbangan berpaling dari mendengarkan khutbah, serta mengganggu orang lain dengan suara uang logam yang berdenting di dasar kotak, juga dengan berjalan di antara shaf-shaf yang terkadang disertai melangkahi pundak orang lain padahal hal itu sangatlah dilarang dan karena dapat menyibukkan orang yang bersedekah saat mengeluarkan uang sehingga berpaling dari mendengarkan khutbah, maka pengumpulan sumbangan dengan cara seperti ini dianggap bertentangan dengan kewajiban mendengarkan khutbah. Hal ini juga bukan kondisi darurat yang membolehkan sesuatu yang terlarang, sebab pengumpulan sumbangan masih memungkinkan dilakukan setelah shalat selesai. Oleh karenanya, apabila pengumpulan sumbangan itu dilakukan sebelum imam keluar untuk khutbah serta tidak disertai melangkahi pundak orang lain, maka hal itu diperbolehkan. Namun, yang lebih baik sebagaimana telah disebutkan adalah dilakukan setelah pelaksanaan shalat selesai.” (Fatawa Dar al-Ifta al-Mishriyyah [CD: al-Maktabah asy-Syamilah], vol. 8, h. 495)

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa mengedarkan kotak amal ketika khutbah Jumat berlangsung hukumnya makruh karena berpotensi mengalihkan perhatian jamaah dari mendengarkan khutbah.

Begitu pula bersedekah melalui QRIS dengan membuka smartphone di tengah khutbah, hukumnya makruh lantaran dapat menyebabkan hilangnya fokus terhadap khutbah Jumat.

Dengan demikian, sebaiknya pengurus masjid memilih waktu yang lebih tepat untuk penggalangan infaq, misalnya sebelum khutbah dimulai atau setelah shalat Jumat selesai.

Sebagai alternatif, agar lebih tertib dan minim gangguan, kotak amal atau standing banner berisi barcode QRIS dapat ditempatkan di pintu masuk masjid, sehingga jamaah dapat bersedekah baik sebelum maupun sesudah shalat Jumat berlangsung. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.

(Rahman Asmardika)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement