Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2026 |09:15 WIB
Khutbah Jumat: Bulan Safar dan Momentum Menghargai Waktu
Ilustrasi.
A
A
A

Kemudian, karena kota sepi dan banyak harta yang dijarah oleh kabilah yang berperang, masyarakat Jahiliyah menganggap bulan ini sebagai bulan kesialan atau petaka. Dari situasi semacam inilah timbul mitos bahwa Safar adalah bulan kesialan.

Padahal, sejatinya Islam tidak mengenal hari, bulan, atau tahun sial. Sebagaimana seluruh keberadaan di alam raya ini, waktu adalah makhluk Allah. Waktu tidak bisa berdiri sendiri. Ia berada dalam kekuasaan dan kendali penuh Rabb-nya.

Setiap umat Islam wajib berkeyakinan bahwa pengaruh baik maupun buruk tidak ada tanpa seizin Allah.   Begitu juga dengan bulan Safar. Ia adalah bagian dari dua belas bulan dalam satu tahun Hijriah. Safar hanyalah bulan kedua dalam kalender Qamariyah, yang terletak sesudah Muharram dan sebelum bulan Rabiul Awwal.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Allah SWT berfirman dalam surat Al-‘Ashr:

وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Artinya: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Ibnu Katsir, ketika menafsiri surat ini mengutip perkataan Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, sebagai berikut:

لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسِعَتْهُمْ

Artinya: “Andai manusia mau merenungkan surah Al-‘Ashr ini, maka itu sudah mencukupi mereka.”

Mengapa sedemikian besar perhatian Imam Syafi’i terhadap surat ini? Tidak lain karena Allah menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya sedang mengalami kerugian. Dan kerugian itu bukan terutama karena kehilangan harta, tetapi karena kehilangan waktu yang tidak digunakan untuk iman, amal saleh, dakwah, dan kesabaran.

Surat Al-‘Ashr jelas menegaskan bahwa setiap waktu yang berlalu—termasuk di bulan Safar ini—adalah momentum yang tidak akan kembali. Jika kita tidak mengisinya dengan iman dan amal saleh, maka kita termasuk orang-orang yang rugi.

Waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah SWT berikan kepada manusia. Namun, waktu juga merupakan salah satu nikmat yang sering disia-siakan. Betapa berharganya waktu dan betapa besar kerugian yang dialami oleh mereka yang tidak memanfaatkannya dengan baik.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement