Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 02 Oktober 2026 |09:05 WIB
Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam
Ilustrasi.
A
A
A

Salah satu contoh adalah sebuah riwayat ketika seorang seseorang meminta bantuan Rasulullah agar dinaikkan ke atas unta. Rasulullah kemudian berkata bahwa beliau akan menaikkannya ke atas “anak unta”. Orang tersebut khawatir anak unta tidak mampu membawanya. Namun Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa setiap unta tentu merupakan anak dari seekor unta.  

Candaan tersebut sederhana, tetapi di dalamnya tidak terdapat kebohongan. Rasulullah memberikan contoh bahwa bercanda boleh dilakukan, selama tetap menjaga kejujuran dan tidak merugikan orang lain. Rasulullah telah mengingatkan:

وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ 

Artinya: “Celaka bagi orang yang berbicara kemudian dia berbohong supaya bisa membuat tertawa masyarakat. Celaka baginya, celaka baginya” (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Turmudzi, dan Hakim).  

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Saat kita ingin bercanda, kita juga harus mempertimbangkan jangan sampai candaan tersebut berubah menjadi penghinaan. Sering kali seseorang mengatakan, “Saya hanya bercanda,” setelah melontarkan perkataan yang menyakitkan. Padahal, ukuran baik dan buruknya sebuah candaan bukan hanya terletak pada niat orang yang mengucapkannya, tetapi juga harus mempertimbangkan isi perkataan dan dampaknya kepada orang lain.

Allah SWT berfirman: 

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diperolok-olokkan lebih baik dari mereka.” (QS. Al-Hujurat: 11).  

Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah tidak berlebih-lebihan dalam bercanda. Rasulullah telah mengingatkan:

 وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ  

Artinya: “Janganlah kamu memperbanyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa dapat mematikan hati.” (HR. At-Tirmidzi).

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement