Masjid Bir Ali, Sejarah dan Kesempurnaan Ibadah Sebelum Berhaji

Amril Amarullah, Jurnalis
Kamis 26 Juli 2018 17:18 WIB
Masjid Bir Ali di Madinah (Foto: Amril Amarullah/Okezone)
Share :

Masjid Bir Ali seakan menjadi favorit para jamaah. Dengan memiliki menara setinggi 64 meter yang tampak menjulang gagah dari balik rindangnya pepohonan di bawah sebuah lembah. Di zaman Rasulullah lembah tersebut dikenal dengan nama Lembah Aqiq. Lembah yang terletak di perbatasan tanah haram ini merupakan lokasi berdirinya Masjid Bir Ali. Letaknya sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi dan 9 kilometer dari sisi luar kota Madinah.

Selain dikenal sebagai masjd bersejarah tempat Rasulullah memilih miqat untuk berangkat umroh, keistimewaan lainnya adalah ketika memasuki kawasan itu, tampak pemandangan di sekitar masjid yang sangat mengagumkan. Karena berada di dasar lembah, menjadikan lokasi masjid ini sangat rimbun yang ditumbuhi banyak pohon menjadikan kawasan tersebut seperti lembah hijau.

Ditambah lagi, dengan latar belakang bukit berbatu cadas, sehingga tampak kontras dan sangat indah. Karenanya sangat disayangkan bila tidak diabadikan dengan kamera. Mmasjid ini tampak berdiri kokoh dan berwibawa. Bangunannya mirip benteng dimasa peperangan. Bercatkan putih, dikelilingi pepohonan kurma dan rerumputan, sehingga terlihat gagah namun tetap asri.

Menurut data dari Wikipedia, sang arsitek Abdul Wahid El Wakil membangun masjid dengan luas 26 ribu meter persegi itu terinspirasi oleh kehidupan masyarakat sekitar yang bertekad keras dan disiplin dalam membangun dan menyusun rancangan Masjid Bir Ali yang gagah ini.

Lapangan parkir Masjid Bir Ali sangat luas, mirip sebuah terminal bus yang mampu menampung sekira 90-100 bus dan ratusan kendaraan kecil. Sehingga tidak perlu khawatir kehabisan parkir ketika tiba di area masjid.

Memasuki bagian depan gerbang, mata para jamaah akan terpusat pada menara berbentuk kubah. Ditambah lorong-lorong di dalam masjid, sehingga serasa memasuki istana kerajaan. Sungguh pemandangan yang akan memanjakan mata para jamaah ketika berada di masjid tersebut. Bergeser ke arah toilet, bila ingin mandi atau sekedar berwudhu, jamaah tidak perlu berebut, karena jumlahnya banyak dan leluasa mandi di toilet yang jauh dari kesan kotor dan jorok.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya