7. Jangan memutus doa untuk sesama mukmin
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.
“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”
Janganlah memutus tali silaturahim apalagi memutus doa untuk sesama Muslim. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah apabila kamu berdoa untuk sesama Muslim maka apa yang kamu doakan akan berbalik kepadamu.
Jadi jangan lagi mempunyai perspektif bahwa kebahagiaan hanya bisa didapatkan dari harta dan kekayaan. Kunci-kunci sukses dari Ali Bin Abi Thalib ini patut kita terapkan dalam kehidupan agar hidup kita menjadi lebih bahagia dan juga bermakna.
(Dyah Ratna Meta Novia)