Oleh karena itu, Guntur berharap isu radikalisme bisa diselesaikan oleh kabinet baru yang baru saja dilantik.
"Radikalisme memiliki paham yang membenarkan kekerasan dan pengertiannya luas. Ini juga mengarah ke perubahan politik, juga idealisme negara," tambah Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens.