Tokoh Muda NU Sebut Paham Radikalisme Jadi Persoalan Darurat

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 04 November 2019 15:51 WIB
Paham radikalisme harus dicegah menyebar di Indonesia (Foto: Asia Philantrophy)
Share :

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Guntur Romli mengatakan, paham radikalisme menjadi persoalan darurat di Indonesia saat ini. Sebab mereka ada yang berhasil mempengaruhi sebagian anggota instansi pemerintahan.

 

"Paham radikalisme jadi masalah yang darurat. Contohnya penggunaan cadar dan celana cingkrang di aparatur sipil negara (ASN) sampai dilarang," ujar Guntur saat ditemui Okezone dalam acara diskusi 'Radikalisme atau Manipulasi Agama?' di Jakarta, (4/11/2019).

Guntur menjelaskan, jika kelompok radikal itu dibiarkan maka akan membahayakan. Lambat laun paham radikal akan menyebar secara luas di masyarakat.

Oleh karena itu, Guntur berharap isu radikalisme bisa diselesaikan oleh kabinet baru yang baru saja dilantik.

"Radikalisme memiliki paham yang membenarkan kekerasan dan pengertiannya luas. Ini juga mengarah ke perubahan politik, juga idealisme negara," tambah Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens.

Sebelumnya, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kementerian Agama Kiai Muchlis M Hanafi menjelaskan, guna menangkal penyebaran radikalisme moderasi beragama penting dilakukan.

"Moderasi beragama merupakan cara untuk menghindari radikalisme dan esktremisme. Yaitu, penyebaran agama Islam yang tidak mengajarkan kekerasan," kata Kiai Muchlis.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya