Larangan Merasa Rendah di Hadapan Orang Kaya

, Jurnalis
Senin 16 Desember 2019 20:12 WIB
Harta melimpah (Foto: Jewelry Buyer)
Share :

Dalam masyarakat modern yang materialistik dan kapitalistik harga diri atau kehormatan seseorang seringkali dilihat dari harta kekayaan yang dimilikinya. Artinya semakin orang kaya raya, ia akan semakin dikagumi dan dihormati banyak orang.

Sementara orang-orang miskin semakin tersingkir dan sering dilecehkan. Sebab penghormatan kepada orang kaya raya yang semata-mata karena harta kekayaannya tidak dibenarkan di dalam Islam berdasarkan hadits marfu’ yang dirwayatkan Al-Baihaqi sebagai berikut:

وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِناَهُ فَقَدْ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ

Artinya: “Dan barangsiapa merasa rendah di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh orang itu telah lenyap atau hilang dua pertiga agamanya.”

Merasa rendah atau menghormat kepada orang kaya semata-mata karena kekayaannya bukanlah akhlak terpuji. Orang-orang kaya dihormati seharusnya bukan karena hartanya yang berlimpah tetapi karena amal-amal kebaikannya, seperti bertakwa kepada Allah SWT, ramah kepada sesama, suka bersedekah, suka menolong fakir miskin, sangat peduli terhadap kepentingan umum, mewakafkan ini dan itu dan sebagainya.

 

Barangkali kita bertanya, mengapa Islam melarang penghormatan kepada seseorang karena kekayaannya?

Jawabnya, banyak alasan bisa kita temukan, di antaranya adalah karena manusia lebih mulia daripada harta benda.

Manusia adalah makhluk terbaik dan paling mulia yang diciptakan Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Isra’ ayat 70, yang berbunyi:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Artinya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rejeki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan, dengan kelebihan yang sempurna.”

Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, Muhammad Ishom menjelaskan, seseorang yang menghormati orang kaya semata-mata karena kekayaannya, sesunguhnya ia telah merugikan keimanan dan keislamannya sendiri.

Seperti dilansir Muslim Moderat, kesalahan bukan pada orang kaya yang dihormati tetapi pada dirinya sendiri karena telah menempatkan nilai kemanusian beserta seluruh potensi spiritualnya dibawah harta benda duniawi. Oleh Rasulullah SAW orang tersebut dikatakan telah lenyap dua pertiga agamanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya