DI Antara 39 tokoh perempuan pengukir sejarah Islam, ada satu yang dijuluki Nabi Muhammad SAW sebagai bidadari. Bidadari tersebut adalah ibunda Aisyah, Ummu Ruman.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang ingin melihat seorang bidadari maka hendaklah ia melihat Ummu Ruman."
Ummu Ruman, sahabat wanita yang agung, ahli tobat, dan bertakwa. lalah ibunda dari Ummul Mukminin yang belia dan bersih sekaligus istri dari Abu Bakar ash-Shiddiq.
la adalah Ummu Ruman binti 'Amir ibn 'Uwaimir ibn Abdi Syams ibn ‘Itab ... ibn Kinanah. Ada perselisihan pendapat tentang nama yang sebenarnya. Ada yang mengatakan Zainab dan ada yang mengatakan Da'd. la adalah ibunda dari Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. dan istri dari sahabat besar dan Khalifah Rasulullah, Abu Bakar ash-Shiddiq ra.
Ummu Ruman r.a. lahir dan tumbuh di atas Jazirah Arabia, yaitu di suatu wilayah yang disebut dengan as-Sadat. Setelah memasuki usia menikah, Ummu Ruman dilamar oleh salah seorang pemuda Jazirah Arab yang tergolong istimewa di antara para pemuda kaumnya. la adalah al-Hârits ibn Sukhairah al-Azdi. Dari pernikahan ini, Ummu Ruman memberikan seorang putra laki-laki yang diberi nama ath-Thufail.
Ketika sang suami, al-Hârits, memilih untuk menetap di Makah, ia membawa sang istri dan anaknya ke sana. Kehidupan di sana mengharuskannya ikut ke dalam blok dari salah seorang tokoh ternama demi melindungi dan mengatur perikehidupannya. Karena itu, al-Hârits bersekutu dengan Abdullah ibn Abi Qafâhah, Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
Peristiwa itu sebelum iman memasuki hati penduduk Makah dan sebelum Rasulullah SAW. memulai dakwah Islamnya.
Tidak lama kemudian, al-Hârits ibn Sukhairah, suami Ummu Ruman meninggal dunia. Alhasil, tidak ada yang dilakukan oleh Abu Bakar selain melamar Ummu Ruman sebagaimana kebiasaan bangsa Arab untuk menghormati sahabat yang meninggal.