Jangan Takut, Ini Doa Mendengar Petir

Novie Fauziah, Jurnalis
Rabu 01 Januari 2020 07:41 WIB
Foto: Ilustrasi. dok.Okezone
Share :

PEMBINA Mualaf Masjid Agung Sunda Kelapa Ustadz Agustin Amirudin mengatakan, ketika hujan datang disertai kilatan petir, sebagai orang Islam yang beriman kepada Allah SWT, maka jangan pernah takut. Sebab petir merupakan salah satu bentuk kekuasaan Yang Maha Kuasa Allah yang tidak akan menimbulkan mudharat jika disikapi dengan baik.

"Harus kita pahami, bahwa petir itu bukan cuma fenomena alam tapi petir itu juga 'makhluk Tuhan'. Karena petir juga makhluk Tuhan yang menurut orang kufur/kafir itu menakutkan, sehingga ia menutup kupingnya," ujarnya saat ditemui Okezone di Masjid Agung Sunda Kelapa beberapa waktu lalu.

Nah agar tidak takut, Muslim dianjurkan membaca doa mendengar petir. Salah satu doanya tertera dalam hadist riwayat Imam Tirmidzi, dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Nabi SAW membaca doa ini ketika mendengar petir.

اّللَّهُمَّ لَا تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Allahumma la taqtulna bi ghadhobika wala tuhlikna bi a’zabika wa a’fina qobla zalika

 

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Artinya: "Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murkaMu, dan jangan binasakan kami dengan azab-Mu, dan maafkanlah kami sebelum itu."

Kemudian datanganya petir juga dijelaskan dalam surat Ar Ras ayat 12, sehingga sebagian orang takut karena adanya petir. Yaitu:

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ

Huwallażī yurīkumul-barqa khaufaw wa ṭama'aw wa yunsyi`us-saḥābaṡ-ṡiqāl

Artinya: "Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung."

Lalu bagaimana dengan doa ketika hujan datang? Dikutip dari laman Nahdatul Ulama (NU Online), salah satu doa yang bisa dipanjatkan agar hujan tak menimbulkan bencana seperti banjir yaitu:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari. Artinya,

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya