KETUA Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Dakwah dan Masjid, KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan pihaknya kedatangan seorang pria asal Manado, Sulawesi Utara, Willy F.D Tendean, yang ingin mengucapkan dua kalimat syahadat atau hendak jadi mualaf. Pria tersebut datang pada Kamis 2 Januari 2020.
Kemudian Willy pun ditanya tentang kebenaran niatnya masuk Islam. "Ya, proses pertamanya kan ditanya dulu, apa keinginannya sendiri, tidak ada paksaan, tidak ada pengaruh karena keinginan diri sendiri menjadi mualaf," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (2/1/2020).
Abdul Manan juga mengatakan bahwa Willy datang sendiri ke PBNU. "Ia datang sendiri ke PBNU. Ia tahu Gus Dur, tahu PBNU, tahu ya Nahdlatul Ulama sebagai lembaga ormas Islam terbesar," ucap Abdul Manan.
Abdul juga mengatakan dirinya belum mengenal kepribadian Willy secara mendalam karena baru pertama kali bertemu, yaitu di Gedung PBNU saat Willy akan menjadi mualaf.
Lebih lanjut Abdul menjelaskan, proses pengikraran Willy untuk jadi mualaf dibimbing oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan disaksikan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat.