Wabah COVID-19 yang merebak di dunia dan Tanah Air memaksa berbagai lembaga pendidikan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didiknya. Termasuk madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Direktur Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Kemenag A. Umar mengatakan, Kementerian Agama meminta berbagai madrasah untuk fokus pada peningkatan kecakapan hidup siswa dalam pemberian tugas selama pembelajaran jarak jauh ini.
"Belajar dari rumah harus lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup. Misalnya pemahaman mengatasi pandemi COVID-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan ibadah siswa di tengah keluarga," ujar Umar, Rabu (25/3/2020).
Belajar dari rumah secara daring, terang Umar, sejatinya bertujuan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Mereka juga tak perlu dibebani tuntutan menuntaskan capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.
Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa belajar dari rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses fasilitas belajar di rumah.
"Pemberian tugas pembelajaran wajib mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus penyebaran wabah COVID-19," ujar Umar.
"Beban tugas siswa madrasah yang diberikan agar dipastikan dapat diselesaikan oleh siswa tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan. Selain itu juga mempertimbangkan waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas siswa," jelas Umar.
Bukti atau produk aktivitas belajar dari rumah, lalu diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor atau nilai kuantitatif.