ALLAH SWT mengutus para Nabi-Nya dengan tugas masing-masing. Namun, tugas utama para Nabi adalah untuk menyelamatkan umat manusia dari perbuatan mendustakan Allah SWT.
Begitu juga yang dilakukan Nabi Ilyas as. Menurut buku 'Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul' karya Ali Nurfadhilah, Nabi Ilyas yang merupakan keturunan keempat Nabi Harun AS, besar di suatu wilayah yang kebanyakan dari mereka menyembah berhala yang disebut Ba'al. Patung tersebut dianggap sebagai Tuhan dan dapat mengabulkan segala keinginan manusia.
Nabi Ilyas AS yang mengetahui adanya praktik itu tak tinggal diam. Setiap hari dia mengajak kaumnya untuk meninggalkan penyembahan berhala dan meminta mereka untuk hanya menyembah Allah SWT.
Berkatalah Nabi Ilyas AS pada kaumnya, "Takutlah kalian kepada Allah SWT yaitu Tuhan kamu, yang menciptakan kamu, dan Tuhan dari nenek moyang terdahulu."
Tak jemu-jemu Nabi Ilyas AS menyerukan kalimat itu kepada kaumnya. Ia tak ingin kaumnya tersebut terus-terusan menyembah berhala. Namun, mereka membangkang dan mengejek Nabi Ilyas AS. Bahkan, para penyembah berhala ini berniat untuk membunuh Nabi Ilyas AS.