Keberagamaan dan Keberagaman, Masalah Pelik di Tengah Pandemi Covid-19

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Rabu 20 Mei 2020 20:01 WIB
Profesor Dr KH Haedar Nashir. (Foto: Okezone)
Share :

PANDEMI virus corona atau covid-19 tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan kesehatan. Wabah virus yang berasal dari Wuhan, China, ini juga memicu perdebatan di kalangan umat Islam.

Hal tersebut bermula dari kebijakan pemerintah yang sepakat untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi memutus mata rantai penularan covid-19. Dalam arti lain, masyarakat diimbau untuk menahan diri dari segala aktivitas yang sifatnya bersinggungan dengan orang banyak atau kerumunan massa.

Bahkan sejak pertengahan April lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan pernyataan resmi yang berisikan imbauan untuk melaksanakakan ibadah Sholat Tarawih dan Id di rumah.

Namun, tetap saja masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan imbauan tersebut. Seperti kasus di Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan, yang belum lama ini viral di media sosial.

Meski area masjid telah dijaga ketat oleh sejumlah petugas keamaanan, warga masih nekat memanjat pagar masjid untuk melaksanakan Sholat Isya berjamaah.

Fenomena ini sontak menarik perhatian sejumlah kalangan, tidak terkecuali Profesor Dr KH Haedar Nashir M.Si selaku ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Saat memberikan Kajian Tarawih Online bertajuk 'Keberagaman dalam Perspektif Islam' belum lama ini, Prof Haedar menjelaskan secara mendetil duduk permasalahan tersebut. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya