Tragedi dalam Perjalanan Kemanusiaan
Guna mendalami akar permasalahan ini, Prof Haedar juga sempat menyinggung kondisi tenaga kesehatan yang telah berjuang hidup dan mati dalam menangani pandemi covid-19.
Sebagai garda terdepan, para tenaga kesehatanlah yang memiliki risiko paling besar terinfeksi virus corona dari pasien yang dirawat. Bahkan, dilaporkan sudah lebih dari 40 tenaga kesehatan yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya.
Haedar pun mengaku ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga korban saat harus merelakan orang yang dicintainya meninggal dalam 'sepi'.
"Sekarang meninggal ini baik karena covid atau yg lain itu kan menyendiri. Keluarga tidak bisa antar dan lain sebagainya. Tidak ada kematian yang paling sepi dan pedih seperti sekarang. Dampak ini kalau tidak hayati dan renungkan, akan menjadi sesuatu yang sebenarnya tragedi di dalam perjalanan kemanusiaan kita," tegas Prof Haedar.
Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam di Indonesia untuk bersama-sama memahami keberagamaan dan keberagaman pandangan di tengah pandemi covid-19. Terkait hal ini, Prof Haedar mengutip Surah Ar-Rum Ayat 30 yang bisa kita renungi bersama.
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِى فَطَرَ ٱلنَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
"Ayat ini mendasar sekali, mendalam sekali. Pertama, ayat ini berbicara tentang fitrah manusi dalam beragama. Manusia siapapun dia, bahkan yang mengaku ateis dan agnostik sesungguhnya di dalam dirinya ada jiwa beragama, jiwa bertuhan," ujar Prof Haedar.
"Bahkan di ayat lain, ada diskusi ketika Allah SWT bertanya pada ruh manusia. 'Ketika ditiupkan, apakah kamu menyaksikan aku adalah Tuhan? Iya engkau adalah Tuhanku'. Itu adalah kontrak fitrah antara manusia dengan Tuhan," tambahnya.