Tausiyah: Musibah Covid-19 yang Menjadi Rahmat

, Jurnalis
Minggu 31 Mei 2020 00:11 WIB
Share :

Sekali lagi, teguhkan kembali sikap solidaritas sosial dengan bersedia berbagi, ikut membantu kesulitan saudara-saudara yang terkena dampak COVID-19. Konsep silaturahim bisa diubah polanya dengan memberikan santunan dan bantuan sembako kepada yang sangat memerlukan uluran tangan dan saling mendoakan.

Semoga musibah ini juga bisa menjadi rahmat, meski hal ini memerlukan kejernihan hati nurani. Agak sulit rasanya memahami musibah sebagai rahmat, kecuali orang-orang yang sudah mencapai maqam “mukmin plus” (baca muhsinîn).

Siapa muhsinin itu? Dalam Alquran dijelaskan, mereka adalah orang yang ahli mendermakan hartanya di jalan Allah SWT, mereka yang berinfak baik di saat senang maupun susah dan menahan amarahnya serta mau memberi maaf kepada orang lain, mereka yang beriman, beramal shalih dan bertakwa kepada Allah SWT (Q.S. Ali Imran 134).

Orang-orang shalih sering mendapat musibah dalam hidupnya, tetapi musibah tersebut pada hakikatnya merupakan rahmat Allah SWT. Sebab dengan begitu, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya dan atau meninggikan derajatnya di sisi-Nya.

(Baca Juga : Viral Video Imam Sholat Idul Fitri Lari Tinggalkan Jamaah karena Didatangi Polisi)

Musibah sebagai rahmat bagi orang-orang mukmin, pernah disampaikan Nabi Muhammad SAW ketika terjadi wabah penyakit tha`un atau lepra (untuk konteks sekarang virus Corona), hadis Shahih Bukhari sebagai berikut :

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي «أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ صحيح البخاري (4/ 175)

Dari Aisyah ra, istri Nabi Saw dia berkata, Saya bertanya kepada Rasulullah Saw tentang wabah penyakit tha`un (lepra). Maka beliau memberi kabar, bahwa wabah itu adalah azab yang dikirim Allah SWT untuk orang yang dikehendakiNya, namun Allah menjadikan wabah itu sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Tidaklah seseorang mau tetap tinggal di rumah (stay at home) –dengan tetap sabar dan ikhlas, sembari dia yakin bahwa wabah tersebut tidak akan menimpa seseorang kecuali yang sudah ditetapkan Allah Swt—kecuali baginya akan mendapat bahala seperti orang yang mati syahid. (HR al-Bukhari).

Di antara bentuk rahmat adalah nilai pahala kesabaran dan ampunan bagi mereka yang tabah menghadapi ujian dan musibah ini. Termasuk bentuk rahmat adalah bahwa alam dan lingkungan pasca COVID-19 semakin membaik.

(Baca Juga : Tradisi Sungkem Lebaran Selebritis, Sesuai Syariat Islam?)

Tengoklah berbagai riset ilmiah yang sudah dipublikasikan terkait dengan perubahan lapisan ozon yang semakin membaik, air laut dan udara yang semakin bersih, sebab tak ada lagi yang buang sampah di tempat-tempat rekreasi. Tempat-tempat maksiat di berbagai belahan dunia juga tutup.

Rupanya, COVID-19 telah membersihkan dunia ini dari berbagai limbah kegiatan manusia yang mencemari bumi dan langit. Kalau mau jujur, jangan-jangan sebenarnya yang menjadi virus itu perilaku manusia yang mengotori dunia, sedangkan Corona itu anti virusnya. Wa Allâhu a`lam bi shawâb.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم و ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم استغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Oleh: Prof. Abdul Mustaqim

Guru Besar Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pengasuh Pesantren Lingkar Studi Quran (LSQ) Arrahmah, Bantul

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya