Sholat Jumat bergelombang artinya dibuat dua shift atau lebih, misalnya pertama digelar pukul 12.00 hingga selesai. Selanjutnya jamaah tersisa Sholat Jumat pukul 14.00.
“Nah, ini lebih berani didalam mengambil ijtihatnya dalam beribadah,” kata dia.
Sementara pendapat pertama tidak berani melaksanakan ibadah kecuali seperti ditunjukkan Rasulullah “Di zaman Rasulullah kalau kita Jumatan tidak menutupi, maka (diganti) Sholat Dzuhur.”
Cholil menjelaskan jika ada argumentasi di Eropa atau beberapa negara minoritas Muslim ada penyelenggaraan Sholat Jumat berjamaah itu karena di wilayah itu kesulitan mencari tempat Sholat Jumat, baik masjid atau ruang-ruang besar.