Kisah Perjuangan Mansoor, Muslim Amerika Mantan Anggota Marinir

, Jurnalis
Sabtu 20 Juni 2020 10:34 WIB
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Share :

Mansoor menjelaskan pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di Amerika, seperti dikaitkan dengan Taliban atau teroris.

"Seperti saya katakan sebelumnya, stereotip yang lebih besar menjadi bahan lelucon mereka yang mungkin tidak mengenal apa itu Islam; saya harus mengakui bahwa memang ada tantangan lain yang saya hadapi," jelasnya.

"Pada saat bersamaan, sebagian besar pengalaman saya di Korps Marinir adalah pengalaman yang baik, tapi jika bersinggungan dengan orang-orang dengan stereotip tertentu, lelucon itu muncul. Hal itu memengaruhi saya selama saya berada di sana," ucap Mansoor. 

Keyakinannya segera dikaitkan pula dengan nasionalisme.

"Jika saja media sosial sudah ada kala itu, saya yakin banyak reaksi negatif yang saya dapatkan. Saya sebagai warga Amerika Muslim yang juga anggota Korps Marinir dicaci maki oleh warga Amerika, sekaligus oleh masyarakat Muslim. Penganut Islam menyebut saya kurang Islami, sementara warga Amerika menyebut saya kurang nasionalis," paparnya.

Ia memberikankan contoh ketika dunia Muslim saling berperang, misalnya Pakistan dan India; di masing-masing negara itu ada orang Islam yang menjadi tentara.

"Ketika mereka berhadapan, mereka tidak menjatuhkan senjata dan saling mengatakan 'Saudara Muslimku, peluklah aku', kan? Mereka tetap membela negara mereka masing-masing. Amerika Serikat adalah negeri saya (untuk itu akan selalu saya bela), dan itulah yang diajarkan Rasulullah kepada kami," katanya. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya