Kasus Covid-19 di Arab Saudi, Ada 2.764 Kasus Baru

Hantoro, Jurnalis
Jum'at 17 Juli 2020 08:50 WIB
Ilustrasi virus corona (covid-19). (Foto: Shutterstock)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan Arab Saudi mengumumkan ada 45 pasien terjangkit virus corona (covid-19) yang meninggal dunia per Kamis 16 Juli 2020. Jumlah ini menambah angka pasien meninggal menjadi 2.370.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat per kemarin ada 2.764 kasus baru. Terbanyak di Kota Jeddah dengan 260 kasus terinfeksi covid-19, lalu 213 di Al Hofuf, dan 208 di Riyadh.

Baca juga: Sudah Bernazar untuk Berkurban, Wajibkah Menunaikannya? 

Total kasus covid-19 di Arab Saudi mencapai 243.238, tetapi hanya 53.246 yang merupakan kasus aktif. Lalu pasien dalam kondisi kritis ada sebanyak 2.206.

Sebanyak 4.574 pasien lainnya telah dinyatakan pulih dari virus corona. Total mereka yang sembuh menjadi 187.622 orang.

Lalu jumlah polymerase chain reaction (PCR) test yang dilakukan sejak awal pandemi covid-19 telah mencapai 2.494.873. Ada 58.190 tes baru selesai dalam 24 jam terakhir.

Sementara Kementerian Kesehatan Arab Saudi juga telah menyediakan fasilitas banyak klinik untuk mengatasi wabah virus corona ini. Sejak diluncurkan pada Juni lalu, klinik-klinik tersebut telah melayani 1.024.489 orang.

Klinik berlokasi di seluruh wilayah Arab Saudi dan memberikan perawatan medis bagi mereka yang memiliki gejala covid-19. Tidak diperlukan membuat jadwal kunjungan di klinik ini. Beberapa di antaranya bahkan beroperasi selama 16 jam sehari, 7 hari seminggu.

"Klinik hanya menerima dugaan kasus dengan gejala yang mirip covid-19. Staf akan menerima pasien dan memberi mereka perawatan kesehatan yang dibutuhkan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi dr Mohammed Al Abd Al Aly, dikutip dari Arabnews, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Islami Bermakna Salihah dan Cantik 

Dia mengatakan, kurva untuk kasus baru yang dikonfirmasi, kematian, dan pasien yang dirawat intensif semuanya dalam kondisi stabil.

"Stabilitas atau penurunan kurva selalu bertambah baik," kata Al Abd Al Aly, "Namun kami terus-menerus mengantisipasi dan tidak akan mengurangi komitmen kami dalam menyediakan layanan kesehatan yang berbeda karena pandemi ini masih meningkat di sebagian besar dunia," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya