Jalur tersebut dimaksudkan untuk memudahkan ziarah ke Madinah bagi umat Islam di negara-negara terpencil, tetapi karena biaya overhead yang sangat besar, dan komplikasi dengan pembangunan setelah dimulainya Perang Dunia I, jalur tersebut ditutup dan tidak pernah diaktifkan kembali.
Sisa-sisa jalur, yang membentang dari Damaskus hingga Madinah, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan merupakan salah satu landmark paling berharga di Arab Saudi.
(Salman Mardira)