5. Puasa Arafah dan Asyura’
Puasa sunah ‘Asyura pada 10 Muharram bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Sedangkan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah menghapus dosa 2 tahun yakni setahun lalu dan tahun yang akan datang.
Dalam hadist shahih, Rasulullah bersadba:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
Artinya: “Puasa Arafah aku mengharapkan kepada Allah bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya. Puasa ‘Asyura’ aku mengharapkan kepada Allah bisa menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” (H.R Muslim).
6. Membaca, meyakini dan mengamalkan Surah Al-Mulk
Nabi bersabda:
إِنَّ سُورَةً مِنْ الْقُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ
Artinya: “Sesungguhnya terdapat suatu surat dalam alQur’an, berjumlah 30 ayat. Ia akan memberikan syafaat kepada seseorang hingga diampuni. Surat itu adalah Tabaarokalladzii bi yadihil mulk.” (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ibnu Majah).
Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata : “Barangsiapa yang membaca (surat) Tabarokalladzii bi yadihil mulku (Al Mulk) setiap malam, Allah akan menghalanginya dari adzab kubur” (Riwayat anNasaai, dihasankan oleh Syaikh alAlbany).
Pendakwah Buya Yahya dalam sebuah tausyiahnya disiarkan AL-Bahjah TV mengatakan, “Perlu kita setiap malam membaca Tabarokalladzii bi yadihil mulku (Al Mulk) sebelum tidur, atau habis magrib, atau habis isya. Demi di alam barzah nanti kita tidak akan mendapatkan siksa.”
(Salman Mardira)