GUNUNG Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin 10 Agustus 2020 pagi. Akibatnya, langit di wilayah Karo tertutup abu vulkanis dan debu-debu berjatuhan di sekitar rumah warga. Hal itu semakin mengingatkan manusia akan kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Semua bencana yang terjadi, termasuk gunung meletus, adalah ujian sekaligus teguran dari Allah Subhanahu wa ta’ala," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin kepada Okezone beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan bahwa di dalam kitab suci Alquran dijelaskan gunung diciptakan untuk menahan guncangan-guncangan akibat tekanan gas yang terbentuk di dalam bumi dan guncangan akibat gempa.
Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Amalkan Doa Ini agar Terhindar dari Musibah
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surah Al Anbiya Ayat 31:
وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
Wa ja'alnā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bihim wa ja'alnā fīhā fijājan subulal la'allahum yahtadụn
"Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) guncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk." (QS Al Anbiya: 31)
"Tidak ada segala sesuatu ciptaan Allah tanpa ada manfaatnya, sekalipun gunung yang terkadang meletus dan berakibat terjadinya bencana alam," tuturnya.
Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, ketika datangnya musibah seharusnya membuat umat manusia lebih mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala, banyak berdoa dan beristighfar agar senantiasa dilindungi dari segala bahaya, termasuk meletus atau erupsi gunung.
Baca juga: Pandangan Islam Terkait Musibah Alam seperti Erupsi Gunung Sinabung
"Bersabar dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa ta’ala bahwa semua adalah atas kehendak Allah. Introspeksi diri agar semakin melakukan kebaikan dengan menjaga kelestarian alam, mendayagunakan kekayaan alam dengan bijak," terangnya.
"Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, perbanyak amal ibadah, termasuk ibadah sosial, saling berbagi dan tolong-menolong dalam musibah. Menjauhi kerusakan, baik kerusakan diri seperti maksiat dan berbuat dosa ataupun kerusakan akibat tangan dan kebijakan kita pada alam ini, perbanyak sedekah," tambahnya.