Manfaat Dzikir, Detoksifikasi hingga Menjauhkan dari Maksiat

Yudistira, Jurnalis
Rabu 19 Agustus 2020 23:30 WIB
Ilustrasi Dzikir (Foto: Shutterstock)
Share :

Dzikir berasal dari kosa kata Bahasa Arab yang berarti mengingat. Setiap waktu, manusia khususnya umat islam dianjurkan untuk membiasakan berdzikir, mengingat kebesaran Allah SWT, atau yang kerap disebut dengan dzikrullah.

Aktivitas berdzikir ini menjadi sangat penting karena bisa dijadikan metode untuk menghilangkan racun-racun di dalam tubuh.

Sebagaimana yang diansir melalui channel YouTube Jagat Arsy TV, salah satu penggerak Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah, Dr KH Jujun Junaedi pada manaqib pusat pesantren Sirnarasa Ciomas Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, menuturkan pentingya berdzikir dan manfaatnya sebagai detoksifikasi dalam diri.

“Dzikir merupakan sarana detoxifikasi, yaitu sebuah aktifitas membuang racun yang bersarang di dalam tubuh dan ruh. Semakin rutin tubuh melakukan detoxifikasi, semakin sehat tubuh dan ruhnya. Tubuh yang sehat adalah tubuh yang ringan, tenang dan senang dalam melakukan ibadah,” terang KH Jujun.

Tarekat merujuk pada dua metode dzikir. Yaitu dzikir jahr (mengeluarkan suara) dan dzikir khofi (dzikir di dalam hati). Dzikir jahr berfungsi untuk menguatkan dzikir khofi. Sehingga konsentrasi pada saat berdzikir tetap terjaga.

Dalam tingkatan berdizikir pun tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah mengkategorikan berdasarkan intensitas dan rutinitas berdzikir. “Mujahid adalah yang dzikirnya di atas rata-rata,” ucap KH Jujun di depan jamaahnya.

“Buah dari dzikir adalah berhenti melakukan kemaksiatan, yang semula garang jika rajin berdzikir maka akan menjadi penyayang. Jika orang yang percaya bahwa dzikirnya sudah masuk ke hati, maka apa yang dilihat, didengar, dirasa adalah Allah SWT,” pungkasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya