Dalam kisah lain, Rasulullah bertemu dengan Arab Badui lain dalam perjalanan di gurun. Saat itu, tak lagi kurma yang dipanggil Rasulullah, melainkan pohon Tsamroh.
Bermula dari percakapan yang hampir sama, Rasulullah berkata, “Apakah kau melihat Pohon Tsamroh di seberang itu? Ke sana lah, katakan pada pohon itu bahwa aku memanggilnya”, lalu Badui itu pun menuruti perintah Nabi.
Pohon Tsamroh yang semula tenang itu pun bergerak. Dia mencabut akarnya dari tanah gurun dan berjalan menghampiri Rasulullah. Sesampainya di hadapan Rasulullah, pohon tersebut membaca syahadat. Seketika itu, Badui yang melihatnya pun langsung ikut bersyahadat.
(Vitrianda Hilba Siregar)