Keutamaan Sholat Sunah Qobliyah Magrib, Waktu Berdoa Terbaik Antara Azan dan Iqamah

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis
Sabtu 21 Agustus 2021 10:00 WIB
Keutamaan Sholat Sunah Qobliyah Magrib. (Foto: Freepik)Foto:
Share :

KEUTAMAAN sholat sunah qobliyah  Maghrib dua rakaat termasuk sunah ghairu muakkadah (yang dianjurkan). Seperti yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda, 

صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ – قَالَ فِي الثَّالِثَةِ – لِمَنْ شَاء

“Sholatlah sebelum Maghrib (tiga kali beliau katakan) –pada yang ketiga beliau bersabda– bagi siapa yang mau.” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Mughoffal Al-Muzani radhiyallahu’anhu]

Dalam riwayat Abu Dawud, 

صَلُّوا قَبْلَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ

“Sholatlah sebelum Maghrib dua raka’at.” [Shahih Abi Daud: 1161]

Baca Juga: Baru Hijrah Sudah Berdakwah, Bagaimana Pandangan Ulama?

Ustaz Sofyan Ruray menjelaskan, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah menyebutkan, 

هَذَا الْحَدِيثُ مِنْ أَقْوَى الْأَدِلَّةِ عَلَى اسْتِحْبَابِهَا 

"Hadits ini adalah dalil terkuat anjuran sholat sunnah qobliyah Maghrib." [Fathul Baari, 3/60]

2. Dilakukan setelah masuk waktu Maghrib, dan lebih afdhal setelah adzan agar dapat menjawab adzan.

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, 

يستحبُّ أن يُصلِّي قبل المغرب ركعتين بعد غروب الشَّمس 

"Dianjurkan sholat sunnah sebelum Maghrib setelah terbenam matahari." [Fatawa Nur 'alad Darb, 10/276]

3. Sebagian ulama berpendapat tidak dianjurkan secara terus menerus, tetapi kadang ditinggalkan, karena tidak ada hadits perbuatan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukannya terus-menerus.

Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan, tapi Atas Izin Allah Ta'ala

Dan terdapat di akhir hadits Abdullah bin Mughoffal Al-Muzani radhiyallahu’anhu, 

كَراهيةَ أنْ يَتَّخِذَها النَّاسُ سُنَّةً 

"...tidak disukai manusia melakukan sholat sunnah sebelum Maghrib secara terus-menerus." [HR. Al-Bukhari]

4. Disunnahkan secara ringan, tidak dipanjangkan, karena waktu Maghrib sangat singkat.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, 

وَمَجْمُوعُ الْأَدِلَّةِ يُرْشِدُ إِلَى اسْتِحْبَابِ تَخْفِيفِهِمَا كَمَا فِي رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ قِيلَ وَالْحِكْمَةُ فِي النَّدْبِ إِلَيْهِمَا رَجَاءُ إِجَابَةِ الدُّعَاءِ لِأَنَّ الدُّعَاءَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ وَكُلَّمَا كَانَ الْوَقْتُ أَشْرَفَ كَانَ ثَوَابُ الْعِبَادَةِ فِيهِ أَكْثَرَ 

"Keseluruhan dalil tentang sunnah qobliyah Maghrib menunjukkan anjuran dilakukan secara ringan (tidak dipanjangkan), sama dengan dua raka’at fajar (juga dilakukan secara ringan)." [Fathul Baari, 2/109]

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya