PERASAAN marah, kecewa, atau sedih merupakan hal manusiawi yang bisa dialami siapa saja. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengingatkan jangan terlalu larut ketika kondisi tersebut terjadi.
"Agar tidak larut dalam kesedihan disarankan untuk baca doa," ujar Ustadz Imam Safi'I, pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Hisan Carangkembang, Doko, Blitar, Jawa Timur, saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bacaan Doa ketika Gempa agar Selalu Dilindungi Allah Ta'ala
Berikut ini doa yang dianjurkan dibaca ketika merasa sedih:
اَللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخُلِ وَالْجُبْنِ وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِالدَّيْنِ وَقَهْرِالرِّجَالِ . رَوَاهُ البُخَارِي
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal huzni wa a'udzu bika minal 'ajzi wal kasali wa a'udzu bika minal bukhli wal jubni wa a'udzu bika min gholabatid daini wa qohrir rijaal
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hal yang menyedihkan dan menyusahkan, sifat lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan utang dan penindasan orang."
Baca juga: Mau Didoakan Malaikat? Jadilah 5 Golongan Manusia Ini
Doa tersebut menjelaskan bahwa manusia adalah hamba dan makhluk yang lemah. Maka itu, apa pun yang terjadi harus disikapi dengan keadaan sadar dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Bahwa semua yang terjadi di muka bumi ini menjadi kehendak Allah, manusia hanya bisa berikhtiar," kata Ustadz Imam.
Ia menerangkan, doa tersebut bersifat multifungsi, yakni bisa dibaca dalam berbagai situasi. Misalnya sedang kesulitan perekonomian, maka bisa sering-sering membacanya.
Dalam salah satu riwayat hadis disebutkan bahwasannya hati mudah berubah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
"Hati itu ibarat satu lembar bulu di atas tanah yang kosong. Ia terombang-ambing oleh angin, sehingga mudah terbolak-balik." (HR Ahmad)
Baca juga: 2 Waktu Terkabulnya Doa di Hari Jumat, Kapan Saja?
Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa Senin Kamis Lengkap Terjemahan, Arti, dan Hadis Sahihnya
Selain itu, hendaknya Muslimin memercayakan semuanya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Termasuk persoalan hati, yakni dengan cara mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala dinika.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu." (HR An-Nasai’)
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)