Biografi Imam Abu Dawud: Ulama Hadis yang Sangat Sederhana Penulis Kitab Sunan

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 27 Januari 2022 10:33 WIB
Ilustrasi biografi Imam Abu Dawud. (Foto: Istimewa)
Share :

Kitab Sunan Abu Dawud

Pengaruh dan perkembangan ilmu fikih pada saat Imam Abu Dawud hidup sangat kuat. Pada masa itu, beberapa ulama menulis kitab hadis mengikuti perkembangan itu. Penulisan kitab hadis menyesuaikan urutannya dengan urutan ilmu fikih. Sehingga, model ini pun dikenal dengan istilah kitab sunan.

Demikian halnya dengan kitab Sunan Abu Dawud. Selain Imam Abu Dawud, beberapa ulama yang menulis kitab hadis dengan sistematika kitab fikih seperti Ibnu Majah, An-Nasa’i, dan At-Tirmizi. Kitab hadis yang disusun dengan metode sunan berbeda dengan kitab yang disusun dengan model jami’, yakni kitab hadis yang disusun dengan bab-bab tertentu dan tema yang bermacam-macam. Contoh kitab hadits model ini adalah Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Baca juga: Biografi Imam Bukhari: Perawi Hadis Sahih yang Sembuh dari Buta Berkat Doa Ibunya 

Selain itu, ada lagi model yang disebut dengan musnad, yakni kitab hadis yang disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah dengan mengacu kepada nama sahabat. Contoh kitab hadits model ini adalah Musnad Ahmad.

Sunan Abu Dawud sendiri terdiri dari 4.800 hadis. Akan tetapi, beberapa ulama mengatakan ada 5.274 hadis. Pendapat ini karena didasarkan pada seringnya Imam Abu Dawud mengutip hadis di tempat berbeda untuk menguatkan atau menjelaskan dari sebuah hadits.

Baca juga: Selalu Bikin Tertawa, Abu Nawas Diprotes Santrinya: Guru Apa Badut Sih? 

Sunan Abu Dawud hanya memuat hadits marfu’ (hadis atau riwayat dari Nabi). Tidak ada riwayat mauquf (riwayat dari perkataan maupun perbuatan sahabat) atau riwayat maqtu’ (riwayat dari perkataan maupun perbuatan tabi’in). Menurut Imam Abu Dawud, hadis dapat dinamakan sunah hanya karena riwayatnya dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Dalam Sunan Abu Dawud ini tidak hanya berisi hadis yang berderajat shahih, tetapi juga memiliki kualitas lemah atau dha’if. Ada beberapa istilah dalam Sunan Abu Dawud untuk menilai sebuah hadis. Ada yang disebut dengan shahih, yakni hadis yang memenuhi syarat-syarat sebuah hadis (ketersambungan sanad, keadilan rawi, kedhabitan rawi, tidak ada cacat, maupun janggal).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya