Baca Ayat tentang Hujan, Pria Keturunan Tionghoa Ini Mantap Masuk Islam

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis
Rabu 02 Februari 2022 10:10 WIB
Kisah mualaf Koh Asen keturunan Tionghoa berawal dari baca ayat Alquran tentang hujan. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)
Share :

HIDAYAH menjadi mualaf bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Itu semua atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dialami Koh Asen, warga asli Tionghoa, yang terlahir dari keluarga taat beragama.

Dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Rabu (2/2/2022), saat masih duduk di bangku SD, Koh Asen kerap merasa tersentuh dengan ajaran agama Islam. Namun, dia belum tertarik menjadi mualaf.

Bahkan saat SMP, Koh Asen justru ikut agama sang kakak. Tidak jarang dia juga ikut teman-temannya beribadah di rumah ibadah. Koh Asen mengaku belum menetapkan pilihannya kala itu.

"Dari agama Konghucu udah, Buddha udah, Kristen udah, agama Gohonzon, Gohonzon itu agama Buddha Jepang itu masuk juga, agama Pentakosta juga masuk ikut," ujar Koh Asen.

Baca juga: Kisah Mualaf Koh Deni Sanusi Keturunan Tionghoa, Gemetar dan Pingsan Dengar Azan 

Ia tidak pernah terpikirkan akan menjadi seorang Muslim. Pasalnya, Islam tidak ada suatu hal seperti patung yang bisa disembah. Namun, pandangannya berubah ketika mengalami sebuah kejadian tidak terduga.

Diceritakan, Koh Asen berniat membeli buku teka-teki silang di sebuah toko. Di sampingnya, dia melihat buku tentang alam gaib. Merasa penasaran, Koh Asen pun coba mengintip isi bukunya.

Dia melihat ada sebuah ayat Alquran yang dalam terjemahannya. Ayat tersebut bisa menurunkan hujan jika ditulis di batu hitam dan diletakkan di bawah pohon kering. Kebetulan, Koh Asen memang berharap hujan bisa turun di musim kemarau saat itu. Pasalnya, tubuhnya merasa panas dan begitu gerah. Kendati demikian, Koh Asen tetap tidak percaya dengan ayat tersebut.

"Di situ ada tulisan ayat sedikit yang enggak saya ngerti. Saya baca tuh di situ, bawahnya ada terjemahannya, 'Barang siapa yang tulis ayat ini di batu hitam dan ditaruh di bawah pohon kering, maka akan turun hujan.' Saya bilang saya enggak percaya, ah enggak mungkin," tuturnya.

Baca juga: Kisah Ustadz Felix Siauw yang Keturunan Tionghoa Alami Cobaan Berat ketika Masuk Islam 

Merasa tidak masuk akal, Koh Asen lantas menghiraukannya. Menurutnya, itu hanya akal-akalan sang penulis agar bukunya terjual habis. Dia pun pulang dan membawa buku TTS yang baru dibeli dari toko tersebut. Namun entah bagaimana, buku tentang alam gaib itu tiba-tiba berada di tangannya.

"Itu buku alam gaib kok bisa ada di tangan saya, ngikut. Saya enggak berasa pengin beli. Lho kok bisa ada. Udah, saya lempar aja ke belakang," kata Koh Asen.

Dua minggu setelah melempar buku itu, Koh Asen merasa badannya makin panas. Dia benar-benar tidak kuat dan berharap hujan bisa segera turun. Sepintas, dia teringat buku alam gaib itu. Alhasil, Koh Asen mengambilnya dan mencoba cara tersebut.

"Saya coba dah. Kalau bener-bener bisa itu nurunin hujan, saya masuk Islam," ucap Koh Asen.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya