Baca Ayat tentang Hujan, Pria Keturunan Tionghoa Ini Mantap Masuk Islam

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis
Rabu 02 Februari 2022 10:10 WIB
Kisah mualaf Koh Asen keturunan Tionghoa berawal dari baca ayat Alquran tentang hujan. (Foto: YouTube Ngaji Cerdas)
Share :

Setelah mengikuti arahan buku tersebut, angin langsung berembus begitu kencang. Koh Asen merasa terkejut sekaligus senang lantaran angin itu membuat udara terasa sejuk. Tubuhnya pun tak lagi kepanasan.

"Angin dulu kenceng itu luar biasa. Hah, kaget loh. Satu jam itu kenceng, saya berasa adem," kata Koh Asen.

Rupanya angin kencang itu mendatangkan awan-awan hitam, hingga satu jam kemudian, hujan turun begitu deras. Meski demikian, Koh Asen merasa kejadian itu hanya kebetulan saja. Dia pun masuk ke dalam rumah dan kembali menghiraukan buku tersebut.

"Saya masuk ke dalem, tapi saya pikir itu kebetulan," ujar Koh Asen.

Baca juga: Masya Allah, Satu Kampung di Pinrang Sulawesi Diisi Mualaf Semua 

Semenjak melakukan arahan buku itu, tiga hari berturut-turut, hujan selalu turun begitu deras. Padahal kala itu masih dalam musim kemarau. Merasa penasaran karena hari keempat tak turun hujan, Koh Asen menduga tulisan Arab itu telah hilang. Benar saja, tulisan ayat itu memang pudar terkena hujan.

"Saya bilang ini tulisannya mungkin udah hilang. Begitu saya lihat, eh iya bener udah buyar. Udahlah saya udah enggak ini (mikirin), saya udah enggak kepanasan," ucap Koh Asen.

Dua minggu kemudian, Koh Asen kembali mencoba cara tersebut. Jika hujan kembali turun, dia benar-benar mantap masuk Islam. Anehnya, kejadian lama terulang kembali. Ya, hujan kembali turun dengan begitu deras, sesuai keinginan Koh Asen.

Lagi dan lagi Koh Asen menganggap hal itu kebetulan. Dia tak percaya bahwa hujan itu turun karena ayat Alquran. Akhirnya, dia kembali mencobanya hingga empat kali.

Baca juga: Masya Allah, Pria Fanatik Ini Bersyahadat Berkat Istrinya yang Tidak Lelah Berdoa 

Nah, di hari keempat ini Koh Asen mendapat bisikkan gaib, "Kamu apa belum yakin terhadap Islam ini?" Koh Asen sontak menjawab bahwa dia benar-benar sudah yakin untuk masuk Islam, bahkan dia sudah membeli buku Juz Amma, tata cara sholat, dan buku ajaran Islam lainnya.

Hanya saja, Koh Asen menginginkan hujan kembali turun agar udara dan tubuhnya tidak terasa panas. "Udah. Gua mau masuk Islam tapi kepengin hujan emang enggak boleh," jawabnya dalam hati.

Benar saja, lagi dan lagi hujan kembali turun begitu deras. Kali ini Koh Asen merasa guncangan yang begitu hebat. Padahal, saudara lainnya yang tengah berbincang tak merasakan gempa sama sekali.

"Saya sendiri yang bergoyang bumi. Saya bilang oh ya berarti enggak boleh coba-coba kayak gitu. Nanya punya nanya, akhirnya saya baru tahu, oh bener-bener enggak boleh. Enggak boleh nyobain Allah tuh," terang Koh Asen.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya