Tidak hanya itu, petugas juga memintanya menunjukkan KTP karena menganggapnya seperti orang Arab. Tak menemukan barang berbahaya di tubuhnya, Rosanna pun akhirnya dibebaskan oleh sang petugas.
Hal ini tidak hanya sekali terjadi. Dalam keseharian pun Rosanna kerap dipandang "aneh" sebagai seorang Muslim. Pasalnya, sangat tidak mungkin seorang Italia tulen memeluk agama Islam.
Baca juga: Kisah Mualaf Gadis Cantik Mantan Ateis, Berawal Anggap Orang Beragama Bodoh
Rosanna sendiri mengaku tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memakai hijab. Setelah resmi menjadi mualaf, dia langsung sholat dan menutup auratnya. Menurut Rosanna, ini memang wajar dan sudah seharusnya dilakukan karena berhijab merupakan suatu kewajiban bagi seorang Muslimah dewasa.
Bagi Rosanna, hijab bisa saja menjadi alat penindasan, tetapi jika dikenakan tanpa adanya kesadaran dan kebebasan. Kesadaran dan kebebasan pun disebut sebagai barang mewah olehnya, karena hanya bisa dimiliki oleh seorang Muslimah sejahtera. Sebab di beberapa negara mayoritas Muslim, banyak wanita yang tidak berhijab bukan karena tak agamis, melainkan karena mereka miskin.
Baca juga: 5 Crazy Rich Mualaf Indonesia yang Banyak Bangun Masjid, Ada Suami Maia Estianty
Saat ditanya terkait hubungan pemikiran feminisme dengan Islam, Rosanna mengatakan bahwa dua hal itu sangat berbeda. Islam adalah sebuah agama yang berkaitan dengan keimanan seseorang, sementara feminisme adalah penyebutan istilah fenomena ketidakseimbangan kekuatan antara pria dan wanita yang terjadi di masyarakat. Meski demikian, sebagai seorang Muslimah, Rosanna tetap akan menyikapi gerakan feminisme sesuai ajaran Islam.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)