Setelah lewat beberapa waktu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam datang lagi ke pasar itu dan bertemu lagi dengan perempuan yang minta diceraikan dari suaminya tempo hari. Perempuan tersebut segera mendekat dan seraya berkata:
"Demi Allah Zat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, tidak ada manusia yang diciptakan, selain dirimu sebagai utusan Allah, yang paling aku cintai daripada suamiku."
Baca juga: 7 Kuliner Halal dan Lezat Khas Rusia, Muslim Travelers Wajib Dicoba!
Baca juga: Simak! 5 Amalan Bulan Syaban Beserta Keistimewaannya yang Luar Biasa Besar
Demikian kisah ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan perawi-perawi hadis yang shahih, selain Yusuf bin Muhammad al Munkadir yang diperselisihkan kredibilitasnya oleh para kritikus rawi hadis. Abu Zar'ah dan selainnya menilainya sebagai perawi tsiqah yang dapat dipercaya. Sementara segolongan ulama lain menilainya sebagai perawi yang daif atau lemah. (Nuruddin Ali bin Abi Bakar al Haitsami, Majma'uz Zawa-id, (Beirut, Darul Fikr: 1412), juz VIII, halaman 479)
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)