6 Bacaan Doa agar Diberi Kesembuhan dari Sakit, Lengkap dengan Tata Caranya

Hantoro, Jurnalis
Selasa 17 Mei 2022 16:16 WIB
Ilustrasi membaca doa agar diberi kesembuhan dari sakit. (Foto: Istimewa/Medium)
Share :

Doa ketika Sakit 3

بِسْمِ اللَّهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا يُشْفَى بِهِ سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا

Bismillaah, turbatu ardhinaa, biriiqoti ba'dhinaa, yusyfaa bihi saqiimunaa, bi-idzni robbinaa.

Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan sedikit ludah kami, bisa menjadi sebab sembuhnya sakit kami, dengan izin Rabb kami. (HR Bukhari 5745 dan Muslim 2194)

Hadis selengkapnya:

Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau menceritakan: Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila ada sahabat yang mengadukan sakitnya atau luka di tubuhnya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan hal semacam ini dengan jari beliau. (Sufyan – perawi hadis – meletakkan jari telunjuknya ke tanah), kemudian beliau mengangkatnya dan membaca: (doa di atas).

Keterangan Muhammad Fuad Abdul Baqi:

- Debu tanah kami: Mayoritas ulama berpendapat seluruh tanah di muka bumi. Ada juga yang berpendapat, khusus tanah madinah, karena tanahnya berkah.

- Makna hadis: jika ada bagian tubuh yang luka, bisa diobati dengan mengambil sedikit air ludah di ujung telunjuk, kemudian dicolekkan ke tanah, lalu diusapkan ke bagian yang luka, sambil membaca kalimat di atas. (Syarah Sahih Muslim, An-Nawawi)

Doa ketika Sakit 4 (Doa Nabi Ayyub)

رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Robbi innii massaniyadh-dhurru wa anta arhamur-roohimiin.

Ya Allah, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.

Di atas adalah doa Nabi Ayyub 'alaihis salam di puncak sakitnya.

Keterangan:

Nabi Ayyub 'alaihis salam menyampaikan permohonannya kepada Allah dengan dengan bertawassul. Bentuk tawassulnya adalah beliau menyebutkan derita yang beliau alami, dan beliau mengadukan kepada Sang Pencipta, Dzat Yang Maha Pengasih Penyayang. Selanjutnya Nabi Nabi Ayyub 'alaihis salam bertawassul dengan memuji Allah, dengan menyebutkan sifat kasih sayangnya.

Demikianlah adab yang diajarkan seorang nabi. Beliau tidak mengeluhkan musibah yang menimpanya kepada orang lain. Beliau rahasiakan musibah itu dari orang lain sebisa mungkin. Tapi beliau langsung mengadukan kepada Dzat Yang Maha Rahman. Karena manusia tidak kuasa sedikitpun…, manusia tidak mampu menyembuhkan…, manusia tidak mampu menyelamatkan orang lain dari musibah…, mintalah kepada Allah, bukan minta kepada manusia.

Allah Ta'ala berfirman: "(ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: '(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang'." (Al-Anbiya [21]: 83)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya