"Problem yang paling utama itu adalah shipping-nya, dari Indonesia ke Arab Saudi. Jamaah minta banyak, semuanya juga minta banyak, tapi problem shipping, kalau 10 liter kali 200 ribu jamaah, bisa dihitung mungkin enggak untuk dibawa?" ungkap Hilman.
Lanjut Hilman menambahkan, jika penambahan jatah air zamzam sudah disepakati akan dibuat simulasi yang lebih matang.
"Tapi kalau sudah disepakati, dan menteri juga berkenan kemudian secara jumlah memungkinkan, Insya Allah kami akan membuat simulasinya mana yang lebih proporsional," katanya.
Baca juga: Soal Kuota Haji, Indonesia-Malaysia Hadapi Situasi yang Sama
(Fakhrizal Fakhri )