MAKKAH - Sopir bus shalawat dipecat karena memaksa meminta baksis atau uang tip kepada jamaah haji Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Makkah Asep Subhana saat melaporkan evaluasi bus shalawat.
Asep menjelaskan, sejauh ini operasional bus shalawat jelang berakhirnya operasional pada 5 Agustus tidak ada kendala yang berarti. Bahkan, rata-rata jamaah merasa puas dan terlayani.
"Sepanjang kita pantau dari kantor daker ini tidak ada kendala-kendala yang signifikan. Walaupun ada hal kecil, tapi tidak mempengaruhi jamaah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Asep di Makkah, Senin (1/8/2022).
Namun, terdapat satu kasus sopir bus shalawat terindikasi meminta tip kepada jamaah haji Indonesia. Sopir bus tersebut langsung dipecat.
"Ini kita sudah antisipasi di dua hari pelayanan awal ada sopir bus yang terindikasi meminta baksis atau tip kepada jamaah. Hari itu juga kita tidak menggunakan lagi surat peringatan langsung kita pecat di dua hari awal pelayanan, sehingga melihat seperti itu sopir-sopir lain tidak akan berani," tutur Asep.
Ia menambahkan, jika ada sopir bus shalawat yang memaksakan meminta tip kepada jamaah haji Indonesia dengan disertai bukti foto maupun video, sopir tersebut langsung dilaporkan ke perusahaan bus terkait dan langsung minta diganti.
"Artinya sopir yang meminta dengan paksaan, ada fotonya, ada videonya langsung kita laporkan ke perusahaan bus tersebut kita minta ganti sopir bus tersebut agar tidak melayani jamaah Indonesia," kata Asep.