Terdapat tebing curam dasar laut membatasi batasan timur Tanah Sunda yang sama dengan batasan Garis Wallace, dicetuskan oleh Alfred Russel Wallace, yang menandai perbatasan timur persebaran mamalia benua Asia. Di mana itu juga menjadi perbatasan selang zona ekologi Indomalaya dan Australia.
Hal ini menjadi bukti, bahwa pulau-pulau Sunda Luhur pernah bersatu dengan benua Asia adalah sebaran macam mamalia Asia seperti beberapa macam kera, gajah, macan dan harimau yang ditemukan di benua Asia, Sumatera, Jawa, dan Bali; serta mempunyainya Orangutan adil di Sumatera dan Kalimantan.
Paparan ini terbentuk dampak keaktifan vulkanik beribu-ribu tahun dan erosi massa benua Asia, serta terbentuknya konsolidasi runtuhan batu di pesisir seiring naik dan turunnya permukaan laut.
Kemudian keajaiban sungai di bawah laut pun juga tertulis dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:
"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS.Al-Furqon ayat 53).
"Di kedalaman sekitar 30 m, Costeau menjumpai beberapa kumpulan mata air tawar dan segar sangat sedap rasanya, tidak asing sebagaimana air di sekelilingnya. Seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya." Seperti dikutip dari "Buku Islam Itu Ilmiah" Penerbit Laksana.
Baca pembahasan mengenai Fenomena Alam selengkapnya di Sindonews.com melalui link berikut https://www.sindonews.com/topic/1665/fenomena-alam
(Helmi Ade Saputra)