Hukum Makan Sambil Bicara Menurut Islam

Hantoro, Jurnalis
Jum'at 30 Desember 2022 17:30 WIB
Ilustrasi hukum makan sambil bicara menurut Islam. (Foto: Shutterstock)
Share :

HUKUM makan sambil bicara menurut Islam. Mungkin dahulu ada di antara kaum Muslimin yang pernah mendapat nasihat, "Kalau makan harus diam." Lantas, bagaimana sebenarnya hukum makan sambil berbicara?

Ustadz dr Raenul Bahraen M.Sc Sp.PK dalam unggahan di akun Instagram-nya@raenul_bahraen menjelaskan bahwa Islam agama yang sangat indah, mengajarkan kemudahan dan paling sesuai dengan fitrah manusia yaitu disunnahkan berbincang-bincang/ngobrol ketika makan bersama. Hal ini membuat suasana makan lebih nyaman dan lebih akrab.

BACA JUGA:Hukum Merayakan Tahun Baru Menurut Islam 

Dalam berapa hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang sambil makan. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu:

ﺃُﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﺑِﻠَﺤْﻢٍ ، ﻓَﺮُﻓِﻊَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﺬِّﺭَﺍﻉُ ، ﻭَﻛَﺎﻧَﺖْ ﺗُﻌْﺠِﺒُﻪُ ، ﻓَﻨَﻬَﺲَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻧَﻬْﺴَﺔً ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏( ﺃَﻧَﺎ ﺳَﻴِّﺪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ، ﻭَﻫَﻞْ ﺗَﺪْﺭُﻭﻥَ ﺑِﻢَ ﺫَﺍﻙَ … ‏) ﺛﻢ ﺫﻛﺮ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺸﻔﺎﻋﺔ ﺍﻟﻄﻮﻳﻞ .

Artinya: "Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (hewan), bagian yang beliau suka. Beliau pun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda: 'Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?' Kemudian beliau menyebutkan hadits yang panjang tentang syafaat'." (HR Bukhari nomor 3340 dan Muslim: 194)

BACA JUGA:Hukum Merayakan Ulang Tahun Menurut Islam 

Dilansir laman Muslimafiyah, disebutkan demikian juga hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada keluarganya tentang lauk yang tersedia. Keluarga beliau menjawab:

ﻣَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻧَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺧَﻞٌّ ﻓَﺪَﻋَﺎ ﺑِﻪِ ﻓَﺠَﻌَﻞَ ﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ

Artinya: "Kami tidak mempunyai apa-apa kecuali cuka. Maka beliau meminta untuk disediakan dan mulai menyantapnya. Lantas berkata:

ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ ﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﺄُﺩُﻡُ ﺍﻟْﺨَﻞُّ

'Sebaik-baik lauk adalah cuka. Sebaik-baik lauk adalah cuka'." (HR Muslim) 

Imam An-Nawawi menjelaskan berdasarkan hadits ini, terdapat sunnah berbincang-bincang ketika makan. Beliau berkata:

ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺍِﺳْﺘِﺤْﺒَﺎﺏ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞ ﺗَﺄْﻧِﻴﺴًﺎ ﻟِﻠْﺂﻛِﻠِﻴﻦَ .” ﺍﻧﺘﻬﻰ ﻣﻦ ” ﺷﺮﺡ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ )” 14/7 ‏) .

Artinya: "Hadits ini menunjukkan anjuran berbincang-bincang ketika makan agar lebih menyenangkan." (Syarh Shahih Muslim, 7/14) 

Demikian juga penjelasan Ibnul Qayyim, beliau berkata:

ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺘﺤﺪﺙ ﻋﻠﻰ ﻃﻌﺎﻣﻪ ﻛﻤﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺍﻟﺨﻞ

Artinya: "Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang ketika makan sebagaimana pada hadits tentang cuka." (Zadul Ma'ad, 2/366)

Wallahu a'lam bisshawab

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya